DOBOK BERGOLAK! KAFE YANG DISEBUT MILIK DV DITERPA RENTETAN DUGAAN SERIUS, NARASUMBER BONGKAR KLAIM SOJU, BIR, FASILITAS KAMAR DAN OPERASIONAL DIDUGA HINGGA LEWAT SUBUH, WARGA DESAK BUPATI, SATPOL PP DAN POLRES TANAH DATAR BERTINDAK TANPA KOMPROMI

DOBOK, TANAH DATAR –- Gelombang desakan masyarakat terhadap aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus menguat. Kafe yang disebut-sebut milik DV di kawasan Dobok, Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum kini menjadi pusat perhatian setelah muncul serangkaian dugaan yang dinilai harus segera diuji melalui pemeriksaan resmi, bukan dibiarkan berkembang menjadi keresahan publik.
Menurut keterangan yang diterima redaksi dari seorang narasumber lapangan, tempat usaha tersebut diduga tidak hanya beroperasi hingga larut malam, tetapi juga menyimpan sejumlah persoalan yang, apabila terbukti, berpotensi menyangkut aspek perizinan, ketertiban umum, hingga kepatuhan terhadap regulasi daerah.


Narasumber mengaku kepada awak media bahwa di lokasi diduga tersedia minuman beralkohol, dengan menyebut nama beberapa jenis minuman seperti Soju serta bir hitam dan bir putih. Pengakuan itu belum diverifikasi, sehingga masyarakat meminta Satpol PP dan kepolisian memeriksa apakah terdapat izin yang sesuai apabila benar minuman tersebut diperjualbelikan.


Keterangan lain yang memicu perhatian publik adalah klaim narasumber mengenai keberadaan banyak perempuan di lokasi. Narasumber mengatakan kepada awak media, "Cewek banyak, Bang. Kita bebas di sini." Redaksi belum dapat memastikan kebenaran pernyataan tersebut dan karena itu meminta aparat melakukan pendalaman berdasarkan fakta.


Yang paling menyita perhatian adalah pengakuan narasumber mengenai jam operasional. Ia menyatakan kepada awak media bahwa aktivitas di lokasi diduga berlangsung hingga melewati waktu salat Subuh. Apabila klaim ini benar, masyarakat menilai hal tersebut patut diperiksa karena berpotensi bertentangan dengan ketentuan jam operasional yang ditetapkan pemerintah daerah.


Tidak berhenti di situ, narasumber juga mengklaim bahwa di samping bangunan kafe diduga tersedia kamar. Informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya, sehingga warga meminta aparat memeriksa fungsi bangunan, perizinan, serta penggunaan fasilitas tersebut.


Dokumentasi yang diterima redaksi juga memuat tangkapan layar percakapan WhatsApp yang pada pokoknya menyebut perempuan-perempuan yang datang ke lokasi tidak bekerja tetap, melainkan datang dan pergi. Percakapan itu menjadi salah satu materi yang diharapkan dapat diverifikasi oleh penyidik untuk memastikan konteks dan keabsahannya.


Warga menilai, jika seluruh dugaan tersebut benar, maka persoalan yang dihadapi tidak lagi sekadar menyangkut operasional sebuah kafe, melainkan juga menyentuh aspek kepatuhan terhadap perizinan usaha, ketertiban umum, dan pengawasan pemerintah daerah. Karena itu mereka meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu.


Masyarakat juga meminta agar tim gabungan melibatkan Satpol PP, Polres Tanah Datar, DPMPTSP, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta instansi terkait untuk memeriksa izin usaha, jam operasional, aktivitas di dalam lokasi, dan seluruh informasi yang berkembang di tengah masyarakat.


"Kalau memang semua itu tidak benar, buktikan melalui pemeriksaan resmi. Tetapi kalau ternyata benar ada pelanggaran, jangan berhenti pada teguran administratif. Penegakan aturan harus dilakukan secara adil terhadap siapa pun," ujar salah seorang warga.


Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari DV maupun pengelola kafe serta instansi terkait. Seluruh dugaan dan klaim narasumber dalam berita ini belum terbukti dan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi aparat. Redaksi membuka hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


TIM INVESTIGASI

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak